Berbagi pengalaman didatangi banjir

Hai teman, apa kabarnya kalian hari ini?
Oke gansis, izinkan saya becerita yaa.
Akhir-akhir ini cuaca memang tak lagi menentu, kemaraunya serasa lebih panjang ketimbang penghujannya, waktunya masuk penghujan tapi belum juga ada tanda-tanda mendung. Barulah saat memasuki bulan februari ini alhamdulillah mendung mulai kerap datang dan hujan pun demikian mengikutinya.

Gambaran Lingkungan
saya tinggal di perumahan kecil bersama keluarga. Perumahan berada di utara jalan raya pantura. Ada jalan utama lurus ke utara mentok, sepanjang jalan itu ada gang yang jumlahnya 4 ke barat dan 3 ke timur, serta jalan memutar perumahan. Ada kali (lebar sekitar 3 meter) terusan dari selatan masuk ke perumahan kita kemudian melintang ke barat dan terakhir membelok ke utara tepat pada akhir perbatasan barat perumahan. Kali ini sangat kecil sekali alirannya bahkan sepintas seperti kali yang tenang. Tidak tau kenapa, siapa dan dari mana, kali ini selalu ada sampah yang terlihat mengambang. Belakang perumahan adalah ladang tebu, dan rumah saya termasuk deretan blok paling belakang alias nempel langsung ke ladang tebu. Ada satu sisi aliran got setiap gang, artinya jika ada 2 rumah berhadapan dalam satu gang maka hanya ada satu got, tidak pada setiap depan rumah. Seiring bertambahnya warga banyak juga yang membangun rumah, truk keluar masuk begitu saja, got diinjak begitu saja.

Gambaran Rumah
Dikarenakan perumahan kita yang lumayan tua ya skitar 15 tahunan lah, tanah tuh seakan-akan makin tinggi saja dan otomatis rumah seperti tenggelam. Oleh karena itu hampir setiap pemilik rumah membuat tanggul di mulut teras maupun di mulut pintu masuk guna menangkal air tinggi dan saya termasuk, meski ada juga yang mempunyai dana lebih untuk mempertinggi lantai. Beda lagi dengan mereka yang baru membangun rumah yang bisa membuat lebih tinggi dan aman dari banjir pastinya. Pada pembangunan rumah hampir tidak ada ruang celah samping rumah, sehingga air akan mengalir mengikuti jalan dan masuk ke rumah warga ke barat dan ke timur gang sampai ketemu celah atau tanah kosong yang ada di utara gang.
Kalau rumah saya sendiri terasnya ada sekitar 8cm lebih rendah dari tanah luar. Hehe sekedar tambahan saya juga ada tanaman-tanaman kecil didepan rumah. Ada 4 ruangan di rumah saya, teras, tamu, keluarga dan dapur. Belakang dapur langsung bisa dilihat hamparan ladang tebu, lantai dapur lebih tinggi sekitar 30cm dari tanah ladang. Dari sini bisa dipastikan bahwa semua air akan mengalir kebelakang yaitu ke ladang tebu.

Awal kejadian
pada tanggal 10 februari 2016 siang hari sudah mulai mendung. Saat itu saya masih ada kerjaan diluar rumah, pada saat jam 4 mulailah hujan lebat dadakan yang menjadikan jalan sepi tiba-tiba. Barulah jam 5 saya nekatkan untuk pulang hujan-hujanan, jalanan hampir seperti kabut karena lebatnya hujan, anyway rasanya tuh seger banget bisa kena hujan seperti ini dan pikiran berasa fresh gansis.
Setiba dirumah maghrib pun tiba dan hujan tak kunjung henti.

Puncak Kejadian
Sehabis isya’ saya gak begitu peduli akan gedenya hujan diluar rumah, makan malam dsb. Sekitar jam setengah 8 bapak memanggil “hung, buru ini air udah masuk!”, “oh ya pak bentar”, kirain air tuh masuk pelan-pelan, eh ternyata malah kaya disiram ember, langsung masuk byurrr dari celah pintu. Kocar-kacir kita mindahin barang-barang yang ada di bawah, mana banyak banget lagi barang-barang kecil. kalo ane sih yang penting elektronik dulu gansis jangan sampe ketinggalan karena kan kalo udah kena air ya jaminan tamat deh. Jam-jam selanjutnya semakin meninggi, seluruh air mengalir ke ladang tebu belakang rumah, di dapur belakang ada pintu yang langsung ke ladang tebu, jadilah ane buka saja tuh pintu dan air pun seperti aliran sungai didalam rumah, mengalir deras tanpa henti. Ini juga luapan dari kali depan jadi walaupun hujan reda selama kali masih meluap, perumahan kamih masih terbanjiri dengan indahnya.

20160210_195123
a. ruang tengah gan

Kamipun mulai lelah, akhirnya bapak dan ibu tertidur diranjang yang agak tinggi. Tinggal saya nih yang gelisah karena udah ngantuk ditambah harus njaga pintu depan belakang yang terbuka demi aliran air (derasnya bukan main gansis, pintu di tutup pun serasa maen dorong ama sumo, keponakan saya pun sampai terpental saat mencoba menutup pintu, ditambah lampu ruang tamu kena bocor dikit dan alhasil lampu pun konslet dan mati.

20160210_200652
b. ini teman saya gan

Akhir Kejadian
Akhirnya saya mencoba tidur diatas meja, 1 jam sekali bangun untuk mengecek keadaan dan berharap banjir reda, tapi tetep aja ternyata. Sampai sekitar jam 3 udah mulai surut dari yang tadinya 25cm – 5cm.
Subuh tiba dan alhamdulillah air udah pergi dari dalam rumah, yaa walaupun luar rumah masih banjir yang mengalir lewat samping rumah. Dan inilah saatnya membersihkan rumah yang penuh sisa lumpur, ikan, rumput, sampah, sampai lintah pun ada gansis.

Oke gansis sekian dulu cerita kali ini, terimakasih atas waktu dan kesempatannya.

graphics-ok-328602

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s