Kemana Diriku yang dulu indah nan menyejukkan?

Dikarenakan ditulis pagi hari jam 06:12, jadi. . Selamat pagi. .

Pie kabare bro? enak jamanku to?

Haha yakin dah semua pasti tahu ini kata diambil dari mana. Tapi kalo ditimbang, diolah, dipikir, yaelah jual aja sekalian hehe. Kalo di perhatikan sejenak apa yang berbeda dengan era yang sekarang sama yang terdahulu yang sudah-sudah, ya mungkin 5 tahun atau lebih ke belakang. Kira-kira apa perbedaan besar yang terjadi dalam aspek kenyamanan lingkungan dan sekitarnya? bukan aspek politik loh. Skip dulu, yang jelas sekarang ini bisa dirasakan bagaimana cuaca yang tidak menentu, bagaimana panasnya saat siang hari, bagaimana “sejuknya” udara yang dicemar di siang-malam hari, bagaimana macetnya jalanan sekarang ini-tidak dipungkiri bahwa semakin bertambah waktu semakin bertambah macet saja. “Wah ini penulis sok tau nih, bisanya cuman mbanding-mbandingin doang”. Aduh malah jadi serius gini ya hehe. Ok, alangkah baiknya kalau kita menggunakan / memakai apa-apa yang kita punya dengan bijak. Oh ya ngemeng-ngemeng melihat kebelakang tidak terlalu buruk lah ya, karena salah satunya untuk referensi terhadap perbaikan yang akan kita lakukan.

Dari perubahan yang terjadi seperti panas, cuaca yang tidak menentu, macet dan lain-lain, maka dari sekian itu kadang saya bertanya gini “Ini tuh sebenarnya ulah siapa sih? apa mungkin gara-gara orang itu, orang ini, perusahaan itu, perusahaan ini?” Come on guys, itu pemikiran saya yang paling error banget, karena setelah dipikir-pikir, oh ya ya, saya tuh dulu juga dikit-dikit naik motor, paling gak ada 1kilo juga naik motor (jujur saya emang suka motor sih, walaupun kadang rusaknya gak kira-kira, sering pula). Kadang kalau macet suka ngeluh sendiri tuh, “ini kenapa sih macet mulu dah prasaan, tiap hari lagi?!” Yaelah, dikiranya saya tidak ikut andil dalam nyumbang kemacetan? haha parah men, sendirinya yang bikin macet, sendirinya yang mengeluh.

Hehe, maaf ya jadi curhat. Ok, kira-kira apa yang menyebabkan semua itu? dan adakah kesempatan untuk memperbaiki lingkungan kita? Banyak dan bisa banget. Membahas tentang apa penyebab, kenapa bisa terjadi? wuuuh, gak kelar men. Bisa-bisa saya buat buku beratus-ratus halaman dan tidak ada penerbit yang mau menerima karena tulisanya acak-acakan . . hehe. Kita tahu sendiri dasar-dasar kenapa bisa terjadi? Seperti panas yang terjadi lantaran pohon yang semakin kesini semakin menipis saja keberadaannya, polusi dimana-mana, gedung yang diselimuti kaca-full, dan lain sebagainya. Kemudian macet yang terjadi lantaran ego, gengsi dan dibalut dengan perusahaan otomotif disampingnya, ahh KLOP kan? Banget. Dan masih banyak aspek serta sub-sub didalamnya. Yang jelas tidak & menghimbau untuk jangan menyalahkan secara sepihak, saling introspeksi saja dulu.

banjir

 

 

 

 

 

 

 

So, adakah kesempatan? kesempatan untuk memperbaiki semua ini, atau setidaknya untuk mengurangi. Ada banget & bisa banget hung, mas, mbak, pak, mak, mbah. Mungkin nih mungkin, mungkin tidak bisa mendadak besok langsung selesai, besok semua orang sadar (tidak berarti penulis juga sepenuhnya sadar). Semua itu memerlukan waktu dan bertahap tentunya. Yap, semua sudah tahu jawaban dari semua ini. “Pak saya mau jawab dong pak”, Pak dosen menjawab “ok bro, monggo”, “Jawabannya pasti dari diri kita sendiri kan pak?”, Pak dosen pun menanggapi “Yak betul, nilai A+ untuk anda mas”. Hehe saya bukan dosen kok. Yap, itulah dia, semua bisa dimulai dari kita, mulailah dengan bijak menggunakan yang kita punya, listrik, kendaraan baik motor, mobil atau malah truk, dan lainnya yang tentu kita tahu. Kemudian pohon, siapa sih yang tidak suka pohon, yang ijo-ijo menyejukkan itu loh. Tanamlah walaupun sedikit, rasanya tuh uuhhh banget kalau bangun tidur bisa melihat hijaunya dedaunan dengan embunnya yang bulat nan jernih. Dan banyak lagi yang bisa dilakukan yang saya yakin itu semua pasti ada dibenak & pikiran kita.

Ok, itulah yang bisa ditulis, intinya ayok bersama-sama hidup dalam kesadaran & penuh tanggung jawab atas nikmat & karunia yang Tuhan berikan untuk kita. Sekian dulu, kritik sangatlah dinanti.

Terimaksih atas waktu dan kesempatannya, semoga hari-hari kita selalu dalam perlindungan-Nya.

Advertisements

One thought on “Kemana Diriku yang dulu indah nan menyejukkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s